Sabtu, 01 September 2012


GADIS BERKERUDUNG INDAH



RICHARD

Setiap malam aku selalu melewati daerah ini tepatnya didaerah mesjid. Aku selalu saja melihat gadis berkerudung indah itu, sungguh memikat hatiku. Mungkin dia jadi guru ngaji, atau sering sholat disitu atau dua-duanya. Aku bersembunyi disemak-semak agar tidak ketahuan , aku melihat senyumnya yang ramah tamah itu kepada semua orang. Ohhh ,,, sungguh rasanya kalau liat senyumnya aku malah tekencing-kencing karena sekujur tubuhku dingin sekai setiap aku jalan kearah dia. Makanya aku langsung cepat lari kerumah. Hahahhahaha sungguh aneh diriku.
Aku murung kamar sehari memikirkan gadis kerudung itu. Sampai kapan aku seperti ini diam, memendam perasaan, aarrrggghhhhhhhhh gimana aku mau ngungkapin liat
Wajahnya saja aku mau meleleh apalgi senyumnya. SIAL….!!!!!  Lagian dengan penampilan aku yang rock n’ roll seperti ini apa dia mau denganku ? arrrrgghhhh… aku gak mau jadi pengecut, sebelum diambil orang aku harus cepat-cepat. Malamnya aku menunggu dia keluar dari mesjid, tubuhku bergetar lagi, SIALAN !!! aku berusaha tarik nafas untuk datang kearahnya huffttttt……. BBRRUTTTTT  . . . . . . . . hahhhh sialan ini kentut ngapain keluar disaat yang tidak tepat lagi.
Assalamualaikum neng ? “waalaikumsallam bang” jawabnya. Ya tuhan suaranya lemah gemulai membuat jantungku debar-debur, sungguh suaru mu indah sekali. Kalau boleh tau siapa nama eneng ? “namaku nazwa bang” jawabnya sambil tersenyum. Wah nama yang cantik seperti orangnya. Namaku Richard ,lalu aku bertanya lagi boleh aku main kerumahmu ? dengan penuh harapan kalau dia mau. “Boleh , tapi ada satu syarat “! katanya. “ Apa syaratnya“ ?ujarku. apakah kamu bisa sholat ? tidak kataku, apakah kamu bisa ngaji ? tidak , kataku lagi. Berarti kamu harus bisa ngaji dan sholat. Dan ngaji kamu harus tamat dan sholat kamu harus sempurna baru kamu bisa menemuiku lagi, ujarnya. Oke aku penuhi syarat kamu setengah tahun aku akan mendatangi rumah kamu sekaligus melamarmu, karena aku menyukaimu jadi tunggulah aku !. aku lalu pergi meninggalkannya, arrggghhhh SIALAN ! tuh gadis kasih syarat begitu sulitnya! Aku terdiam sejenak untuk memikirkan syarat yang diucap gadis itu tadi. Arrghhh aku harus bisa melakukannya aku juga pinggin berubah. Lalu aku bertekad untuk masuk pasantren. Di pasantren ini tegas sekali, kegiatannya banyak sekali antara lain :
1.      02.00 sudah bangun untuk sholat tahajud , setelah sholat tahajud mengaji dua jam , selesai jam setengah 4.
2.      04.00 mandi itupun harus antri 30 orang, setiap , mandi diberi waktu 5menit. Gila aja aku aja mandi butuh waktu 1 jam !
3.      05.00 sholat shubuh dilanjutkan dengan kultum sampai jam 06.30.
4.      06.40 sarapan pagi
5.      07.00 belajar tentang islam
6.      12.30 sholat dzuhur
7.      13.00 belajar lagi
Dan seterusnya, yahh begitulah kegiatanku dipasantren ini

* * *

NAZWA

Aku gak habis fikir kenapa dia mu menuruti itu semua dan mau melamarku. INI GILA !! banyak cowo yang mendekatiku kadang minta  nomorku atau main kerumahku dan aku selalu memberikan syarat kepada cowo yang mendekatiku. Tapi gak ada yang mau bahkan cuman ingkar janji saja. Tapi aku melihat dari keseriusan wajahnya seprtinya dia sungguh-sungguh. Gawat banget kalau dia beneran melamarku padahal tujuan aku memberiklan syarat itu semata-mata agar semua cowo tidak mendekatiku karena aku memiliki penyakit yang mematikan lebih tepatnya kanker otak. Aku hanya menunggu 6 bulan lagi untuk meninggalkan dunia ini , semoga saja cowo itu tidak memenuhi syaratku kasian dia.
3 bulan pun berlalu aku sering sakit-sakitan bolak balik dari rumah sakit aku gak kuat lagi menhan sakit ku ini. Tiba-tiba aku mendengar berita bahwa cowo yang mnyukaiku sekarang masuk pasantren. Ya allah apakan dia bener-bener, aku gak nyangka semuanya akan kaya gini.
Kini sakitku tambah parah sekarang waktuku tinggal 3hari aku terbaring lemas ditempat tidurku dan aku masih saja memikirkan cowo itu, lalu aku menulis surat terakhir untuknya.

Rounded Rectangle: Terimakasih kamu sudah memenuhi syaratku , maafkan aku karena aku mengingkari janjimu dan pergi meninggalkanmu selamanya. Aku gak nyangka kamu setekat ini sampai-sampai masuk pasantren. Sebenarnya aku beri kamu syarat ini semata-mata karena penyakit mematikan yaitu kanker otak.  Cuma kamu satu-satunya yang bisa memenuhi syaratku , banyak cowo yang mendekatiku dan aku beri syarat dan mereka tidak mampu .Aku bener-bener minta maaf, aku tau kamu sangat kecewa aku ingin terakhir kalinya kau menemuiku karena ak ingin minta maaf denganmu tapi itu semua gak mungkin  terjadi, jadi hanya surat inilah yang mewakilkanku untuk bilang “ MAAF DAN TERIMAKASIH” 









                                                                                                       


RICHARD         

Akhirnya aku keluar juga dari pasantren ini walaupun hanya 6 bulan tapi ak sudah banyak memahami tentang islam. Sampai-sampai aku mendapat juara 1 ngaji dan azan tingkat provinsi. Gara-gara gadis itu aku bis berubah. Seperti janjiku aku akan mendatangi rumahnya sekaligus melamarnya. Tepat depan rumahnya aku melihat ada bendera hijau yang bertuliskan “innalillahi wainnaillahi rojiun”. Aku berhenti sejenak dan dadaku seperti ditonjok-tonjok chris jhon, aku menarik nafas sekuat-kuatnya berharap tidak terjadi apa-apa. Lalu aku menanyakan orang yang sedang duduk didepanku. “permisi pak, kalau boleh tau siapa ya yang meninggal “?tanyaku. “nazwa dek” ujarnya . aku terkejut kaget ketika mendengarnya mataku memerah berkaca-kaca berusaha untuk tidak nangis dan aku meninggalkan rumah nazwa karena gk nahan melihat hal ini semua rasanya begitu sakit. Lalu ada anak kecil memanggilku dia berlari menghampiriku dengan wajah yang mungil itu. Dia memberiku sebuah surat kecil dan langsung meninggalkanku pergi lagi, aku membolak-balik surat ini lau aku membuka suratnya ternyata dari nazwa. Aku membaca sambil nangis terenggah enggah. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA yaaaaaaaaaa ALLAH kenapa engkau mengambilnya begitu cepat, aku sangat mencintainya ya allah dialah yang mmbuat aku seperti ini, sekarang dia pergi meninggalkanku selamanya. Aku berteriak sekencang-kencangnya untuk melepas semua rasa sedihku. Sungguh kau memberiku cobaan begitu berat. Aku memutuskan untuk kembali kepasantren terlebih dahulu sebelum balik aku ingin melihat nazwa untuk terakhir kalinya.


                                      END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar