
RICHARD
Setiap malam aku selalu melewati
daerah ini tepatnya didaerah mesjid. Aku selalu saja melihat gadis berkerudung
indah itu, sungguh memikat hatiku. Mungkin dia jadi guru ngaji, atau sering
sholat disitu atau dua-duanya. Aku bersembunyi disemak-semak agar tidak
ketahuan , aku melihat senyumnya yang ramah tamah itu kepada semua orang. Ohhh
,,, sungguh rasanya kalau liat senyumnya aku malah tekencing-kencing karena
sekujur tubuhku dingin sekai setiap aku jalan kearah dia. Makanya aku langsung
cepat lari kerumah. Hahahhahaha sungguh aneh diriku.
Aku murung kamar sehari
memikirkan gadis kerudung itu. Sampai kapan aku seperti ini diam, memendam
perasaan, aarrrggghhhhhhhhh gimana aku mau ngungkapin liat
Wajahnya saja aku mau meleleh
apalgi senyumnya. SIAL….!!!!! Lagian
dengan penampilan aku yang rock n’ roll seperti ini apa dia mau denganku ?
arrrrgghhhh… aku gak mau jadi pengecut, sebelum diambil orang aku harus
cepat-cepat. Malamnya aku menunggu dia keluar dari mesjid, tubuhku bergetar
lagi, SIALAN !!! aku berusaha tarik nafas untuk datang kearahnya huffttttt…….
BBRRUTTTTT . . . . . . . . hahhhh sialan
ini kentut ngapain keluar disaat yang tidak tepat lagi.
Assalamualaikum neng ?
“waalaikumsallam bang” jawabnya. Ya tuhan suaranya lemah gemulai membuat
jantungku debar-debur, sungguh suaru mu indah sekali. Kalau boleh tau siapa
nama eneng ? “namaku nazwa bang” jawabnya sambil tersenyum. Wah nama yang
cantik seperti orangnya. Namaku Richard ,lalu aku bertanya lagi boleh aku main
kerumahmu ? dengan penuh harapan kalau dia mau. “Boleh , tapi ada satu syarat
“! katanya. “ Apa syaratnya“ ?ujarku. apakah kamu bisa sholat ? tidak kataku,
apakah kamu bisa ngaji ? tidak , kataku lagi. Berarti kamu harus bisa ngaji dan
sholat. Dan ngaji kamu harus tamat dan sholat kamu harus sempurna baru kamu
bisa menemuiku lagi, ujarnya. Oke aku penuhi syarat kamu setengah tahun aku
akan mendatangi rumah kamu sekaligus melamarmu, karena aku menyukaimu jadi
tunggulah aku !. aku lalu pergi meninggalkannya, arrggghhhh SIALAN ! tuh gadis
kasih syarat begitu sulitnya! Aku terdiam sejenak untuk memikirkan syarat yang
diucap gadis itu tadi. Arrghhh aku harus bisa melakukannya aku juga pinggin
berubah. Lalu aku bertekad untuk masuk pasantren. Di pasantren ini tegas
sekali, kegiatannya banyak sekali antara lain :
1. 02.00
sudah bangun untuk sholat tahajud , setelah sholat tahajud mengaji dua jam ,
selesai jam setengah 4.
2. 04.00
mandi itupun harus antri 30 orang, setiap , mandi diberi waktu 5menit. Gila aja
aku aja mandi butuh waktu 1 jam !
3. 05.00
sholat shubuh dilanjutkan dengan kultum sampai jam 06.30.
4. 06.40
sarapan pagi
5. 07.00
belajar tentang islam
6. 12.30
sholat dzuhur
7. 13.00
belajar lagi
Dan
seterusnya, yahh begitulah kegiatanku dipasantren ini
* * *
NAZWA
Aku gak habis fikir kenapa dia mu
menuruti itu semua dan mau melamarku. INI GILA !! banyak cowo yang mendekatiku
kadang minta nomorku atau main kerumahku
dan aku selalu memberikan syarat kepada cowo yang mendekatiku. Tapi gak ada
yang mau bahkan cuman ingkar janji saja. Tapi aku melihat dari keseriusan
wajahnya seprtinya dia sungguh-sungguh. Gawat banget kalau dia beneran
melamarku padahal tujuan aku memberiklan syarat itu semata-mata agar semua cowo
tidak mendekatiku karena aku memiliki penyakit yang mematikan lebih tepatnya
kanker otak. Aku hanya menunggu 6 bulan lagi untuk meninggalkan dunia ini ,
semoga saja cowo itu tidak memenuhi syaratku kasian dia.
3 bulan pun berlalu aku sering
sakit-sakitan bolak balik dari rumah sakit aku gak kuat lagi menhan sakit ku
ini. Tiba-tiba aku mendengar berita bahwa cowo yang mnyukaiku sekarang masuk
pasantren. Ya allah apakan dia bener-bener, aku gak nyangka semuanya akan kaya
gini.
Kini sakitku tambah parah
sekarang waktuku tinggal 3hari aku terbaring lemas ditempat tidurku dan aku
masih saja memikirkan cowo itu, lalu aku menulis surat terakhir untuknya.

RICHARD
Akhirnya aku keluar juga dari
pasantren ini walaupun hanya 6 bulan tapi ak sudah banyak memahami tentang
islam. Sampai-sampai aku mendapat juara 1 ngaji dan azan tingkat provinsi.
Gara-gara gadis itu aku bis berubah. Seperti janjiku aku akan mendatangi
rumahnya sekaligus melamarnya. Tepat depan rumahnya aku melihat ada bendera
hijau yang bertuliskan “innalillahi wainnaillahi rojiun”. Aku berhenti sejenak
dan dadaku seperti ditonjok-tonjok chris jhon, aku menarik nafas sekuat-kuatnya
berharap tidak terjadi apa-apa. Lalu aku menanyakan orang yang sedang duduk
didepanku. “permisi pak, kalau boleh tau siapa ya yang meninggal “?tanyaku.
“nazwa dek” ujarnya . aku terkejut kaget ketika mendengarnya mataku memerah
berkaca-kaca berusaha untuk tidak nangis dan aku meninggalkan rumah nazwa
karena gk nahan melihat hal ini semua rasanya begitu sakit. Lalu ada anak kecil
memanggilku dia berlari menghampiriku dengan wajah yang mungil itu. Dia
memberiku sebuah surat kecil dan langsung meninggalkanku pergi lagi, aku
membolak-balik surat ini lau aku membuka suratnya ternyata dari nazwa. Aku
membaca sambil nangis terenggah enggah. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA yaaaaaaaaaa ALLAH
kenapa engkau mengambilnya begitu cepat, aku sangat mencintainya ya allah
dialah yang mmbuat aku seperti ini, sekarang dia pergi meninggalkanku
selamanya. Aku berteriak sekencang-kencangnya untuk melepas semua rasa sedihku.
Sungguh kau memberiku cobaan begitu berat. Aku memutuskan untuk kembali kepasantren
terlebih dahulu sebelum balik aku ingin melihat nazwa untuk terakhir kalinya.
END
